Powered by Blogger.

ARSIP

TRAVELINEWS

TRAVELINEWS

TRANSLATE

PENGUNJUNG

Showing posts with label TAMAN NASIONAL. Show all posts
Showing posts with label TAMAN NASIONAL. Show all posts

Taman Safari Indonesia


Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor,Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak. Taman ini berfungsi menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.
Keunikan tempat wisata ini dari kebun binatang lainnya di Indonesia adalah pengunjungnya bisa berkeliling ke berbagai tempat untuk bisa melihat dari dekat semua jenis binatang dengan memakai mobil pribadi ataupun naik bus yang sudah disediakan pihak pengelola Taman Safari. Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan memberi makan hewan-hewan tersebut.
Taman Safari Indonesia dibangun pada tahun 1980 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif lagi seluas 50 hektare. Taman ini ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu dan diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.
Kini, luas Taman Safari telah berkembang menjadi 168 hektare dan dilengkapi dengan berbagai sarana edukasi dan rekreasi serta mengadakan safari malam pada saat akhir pekan dan libur panjang.
Taman Safari Indonesia juga membuka tempat wisata di daerah lain yaitu Taman Safari Indonesia 2 terletak di lerengGunung Arjuna, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Bali Safari & Marine Park di desa Serongga,Kecamatan Gianyar, Bali dan Batang Dolphins Center di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Taman Safari memiliki sekitar 2500 koleksi satwa dari hampir seluruh penjuru dunia termasuk satwa langka, seperti harimau benggala, jerapah, singa, orang utan, gajah, anoa, komodo dan lain sebagainya. Taman Safari Indonesia dilengkapi dengan berbagai fasilitas rekreasi dan atraksi seperti bus safari, danau buatan, sepeda air, kano, kolam renang dengan seluncur ombak, kereta api mini yang melintasi perkampungan ala Afrika, taman burung, baby zoo, kincir raksasa, gajah tunggang, komedi putar, pentas sirkus, area gocart, bom bom car, rumah setan, atraksi hewan, kesenian tradisional dan sulap di panggung terbuka.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Warisan Dunia di Sumatera


Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) adalah sebuah taman nasional yang ditujukan untuk melindungi hutan hujan tropis pulau Sumatera beserta kekayaan alam hayati yang dimilikinya. UNESCO menjadikan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Warisan Dunia. Bukit Barisan Selatan dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka Margasatwa pada tahun 1935 dan menjadi Taman Nasional pada tahun 1982. Pada awalnya ukuran taman adalah seluas 356.800 hektare . Tetapi luas taman saat ini yang dihitung dengan menggunakan GIS kurang-lebih sebesar 324.000 Ha.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di ujung wilayah barat daya Sumatera. Tujuhpuluh persen dari taman (249.552 hektare) termasuk dalam administrasi wilayah Lampung Barat dan wilayahTanggamus, dimana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Bagian lainnya dari taman mencakup 74.822 hektare (23% dari luas taman keseluruhan) dan berada di wilayah Kaur dari provinsi Bengkulu.Sumatera Selatan juga sangat penting bagi tumpang-tindih perbatasan taman dengan perbatasan provinsi.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memiliki beberapa hutan dataran rendah di Sumatera yang terakhir kali dilindungi. Sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan harimau Sumatera(populasi global keseluruhan sekitar 400 individu).
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tercakup dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCSdan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk., 1997), yaitu daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia. Terakhir, pada tahun 2002,UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.

Taman Nasional Ujung Kulon, Warisan Dunia di Jawa


Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² di antaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.
Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.
Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan. Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.
Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Duniaoleh UNESCO pada tahun 1991. Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis.

Taman Nasional Kepulauan Seribu


Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia yang terletak kurang lebih 45 km pada lokasi geografis5°23’ - 5°40’ LS, 106°25’ - 106°37’ BT sebelah utara Jakarta. Secara administratif kawasan TNKpS berada dalam wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, terletak di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, tepatnya di tiga kelurahan yaitu Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Harapan. Secara geografis Taman Nasional ini terletak pada 5°24’ - 5°45’ LS, 106°25’ - 106°40’ BT' dan mencakup luas 107.489 ha (SK Menteri Kehutanan Nomor 6310/Kpts-II/2002), yang terdiri dari wilayah perairan laut seluas 107.489.ha (22,65% dari luas perairan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) dan 2 pulau (Pulau Penjaliran Barat dan Pulau Penjaliran Timur) seluas 39,50 ha. Dengan demikian, pulau-pulau lain (wilayah daratan) yang berjumlah 108 sesungguhnya tidak termasuk dalam kawasan TNKpS Pulau Seribu.


Untuk Kepulauan Seribu, usaha pengaturan wilayah perairan laut-nya sudah cukup lama dilakukan, baik melalui peraturan daerah maupun melalui peraturan pusat. Pengaturan pemanfaatan wilayah Kepulauan Seribu dari pemanfaatan SDA yang berlebihan dimulai oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, antara lain sebagai berikut :
  1. PERDA Kotapraja Jakarta Raya Nomor 7 tahun 1962 tanggal 30 Maret 1962 tentang Pelarangan Pengambilan Batu Barang, Basir, Batu dan Kerikil dari Pulau-Pulau dan Beting-Beting Karang dalam Wilayah Lautan Kotapraja Jakarta Raya.
  2. Keputusan Gubernur/Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor Ib.3/3/26/1969 tanggal 3 Desember 1969 tentang Pengamanan Penggunaan Tanah di Kepulauan Seribu.
  3. Keputusan Gubernur/Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor Ca.19/1/44/1970 tanggal 6 Nopember 1970 tentang Penutupan Perairan di Sekeliling Taman-Taman Karang di Gugusan Kepulauan Seribu untuk Penangkapan Ikan Oleh Nelayan-Nelayan Sebagai Mata Pencaharian (Profesional).
  4. Keputusan Gubernur/Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor Ea.6/1/36/1970 tanggal 31 Desember 1970 tentang Larangan Penangkapan Ikan dengan Mempergunakan Alat Bagan di Lautan/Perairan Dalam Wilayah Daerah Ibukota Jakarta.
  5. Keputusan Gubernur/Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor Da.11/24/44/1972 tanggal 27 September 1972 tentang Ketentuan dan Persyaratan Pemberian Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah Untuk Mengusahakan/ Menempati Pulau-Pulau di Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
  6. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1992 tentang Penataan dan Pengelolaan Kepulauan Seribu Kotamadya Jakarta Utara.
Dengan memperhatikan adanya indikasi potensi kawasan dan pemanfaatan SDA laut di wilayah Kepulauan Seribu yang tinggi, Pemerintah Pusat melakukan beberapa pengaturan antara lain sebagai berikut :
  1. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 527/Kpts/Um/7/1982 tanggal 21 Juli 1982, yang menunjukkan wilayah seluas 108.000 hektare Kepulauan Seribu sebagai Cagar Alam dengan nama Cagar Alam Laut Pulau Seribu.
  2. SK Menteri Kehutanan Ab 161/Kpts-II/95, tentang Perubahan Fungsi Cagar Alam Laut Kepulauan Seribu Seluas 108 ha menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.
  3. Keputusan Direktur Taman Nasional dan Hutan Wisata Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Departemen Kehutanan Nomor 02/VI/TN-2/SK/1986 tanggal 19 April 1986 tentang Pembagian Zona di Kawasan TNKpS.
  4. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 tanggal 21 Maret 1995 tentang Perubahan Fungsi Cagar Alam Laut Kepulauan Seribu yang Terletak di Kotamadya Daerah Tingkat II Jakarta Utara Daerah Khusus Ibukota Jakarta Seluas +/- 108.000 (Seratus Delapan Ribu) Hektar Menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.
  5. Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 220/Kpts-II/2000 tanggal 2 Agustus 2000 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Provinsi Daerah Ibukota Jakarta Seluas 108.475,45 Hektar.
  6. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 6310/Kpts-II/2002 tanggal 13 Juni 2002 tentang Penetapan KPA Perairan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu seluas 107.489 (Seratus tujuh empat ratus delapan puluh sembilan) hektare di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Didasarkan atas berita acara tata batas KPA perairan Taman Nasional Kepulauan Seribu oleh Bupati Administrasi Kepulauan Seribu pada tahun 2001.
  7. Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor : SK.05/IV-KK/2004 tentang Pembagian Zona Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu.
  8. Dalam rangka optimalisasi pengelolaan Taman Nasional sesuai dengan kekhasannya maka Direktorat Jenderal Perlindungan dan Kawasan Alam menetapkan di Taman Nasional model, melalui Keputusan Direktur Jenderal Nomor SK. 69/IV-Set/HO/2006 dan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu merupakan salah satu Taman Nasional Model.

Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu tersusun oleh ekosistem pulau-pulau sangat kecil dan perairan laut dangkal, yang terdiri dari gugus kepulauan dengan 78 pulau sangat kecil, 86 gosong pulau dan hamparan laut dangkal pasir karang pulau sekitar 2.136 hektare (reef flat 1.994 ha, laguna 119 ha, selat 18 ha dan teluk 5 ha), terumbu karang tipe fringing reef, mangrove dan lamun bermedia tumbuh sangat miskin hara/lumpur, dan kedalaman laut dangkal sekitar 20–40 m. Terdapat 3 (tiga) ekosistem utama pembentuk sistem ekologis kawasan TNKpS, yaitu : hutan pantai, hutan mangrove, padang lamun dan terumbu karang. Secara ekologis ketiga ekosistem utama tersebut merupakan penyangga alami bagi daratan pulau yang memberikan sumbangan manfaat bagi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung.
Daratan gugus pulau-pulau di kawasan TNKpS bertopografi landai (datar), mempunyai tipe iklim A (Schmidt dan Ferguson, 1951) yaitu daerah iklim tropika basah dimana dipengaruhi oleh 2 (dua) musim yaitu musim barat (Januari - Februari) dan musim timur (Juli - Agustus). Kondisi iklim tahunan menunjukkan bahwa curah hujan di Jakarta dan Kepulauan Seribu setiap bulannya berkisar antara 124,78 mm (bulan Agustus) hingga 354,38 mm (bulan Januari) dengan rata-rata setiap tahunnya adalah 3.810,27 mm (BMG Jakarta, periode 1992 s/d 1996).
Tinggi gelombang di Kepulauan Seribu pada musim Barat adalah sebesar 0,5-1,5 meter, sedangkan pada musim Timur adalah sebesar 0,5-1,0 m (Dihiros TNI-AL, 1986). Tinggi gelombang sangat bervariasi antara satu lokasi dengan lokasi lainnya disebabkan oleh variasi kecepatan angin dan adanya penjalaran gelombang dan perairan sekitarnya, sesuai dengan letak gugusan Kepulauan Seribu yang berbatasan dengan perairan terbuka. Gelombang didominasi oleh arah Timur-Tenggara yang dipengaruhi oleh refraksi pada saat memasuki daerah tubir. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Seawatch Indonesia pada bulan Nopember 1998 - Agustus 1999 di Pulau Kelapa mencatat tinggi gelombang pada kisaran 0,05-1,03 meter dengan periode gelombang berkisar antara 2,13-5,52 detik.
Pengukuran pada tahun 1999 (Jurusan Teknik Geodesi-ITB) mencatat kecepatan arus di Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Karya pada kondisi pasang purnama (spring tide) sebesar 5 – 48 cm/dt dengan arah bervariasi antara 3 - 348°. Di lokasi yang sama pada kondisi pasang perbani (neep tide) kecepatan arus tercatat sebesar 4 – 30 cm/dt dengan arah bervariasi antara 16 - 350°. Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Seawatch – BPPT di P. Kelapa pada bulan Nopember dan Desember 1998 mencatat kecepatan arus pada kisaran 0,6 cm/dt hingga 77,3 cm/dt dengan rata-rata kecepatan sebesar 23,6 cm/dt dengan dominasi arah arus ke arah Timur – Timur Laut.
Kawasan Kepulauan Seribu memiliki topografi datar hingga landai dengan ketinggian sekitar 0-2 meter d.p.l. dengan tingkat abrasi pulau-pulau termasuk dalam kategori sedang sampai dengan berat. Luas daratan dapat berubah oleh pasang surut dengan ketinggian pasang antara 1-1,5 meter. Morfologi Kepulauan Seribu dengan demikian merupakan dataran rendah pantai, dengan perairan laut ditumbuhi karang yang membentuk atol maupun karang penghalang. Atol dijumpai hampir di seluruh gugusan pulau, kecuali Pulau Pari, sedangkan fringing reef dijumpai antara lain di Pulau Pari, Pulau Kotok dan Pulau Tikus. Air tanah di Kepulauan Seribu dapat berupa air tanah tidak tertekan yang dijumpai sebagai air sumur yang digali dengan kedalaman 0,5 – 4 meter pada beberapa pulau berpenghuni. Air tanah tertekan juga dijumpai di beberapa pulau, seperti Pulau Pari, Pulau Untung Jawa dan Pulau Kelapa (Dinas Pertambangan DKI Jakarta). Keberadaan air tanah di Kepulauan Seribu terkait dengan penyebaran endapan sungai purba yang menjadi dasar tumbuhnya karang.
Kawasan TNKpS termasuk wilayah perairan Laut Jawa di bagian utara Teluk Jakarta. Karena termasuk dalam Paparan Sunda, maka perairan laut di kawasan ini merupakan perairan laut dangkal dengan pulau-pulau karang dan paparan karang serta terumbu karang (reef flat dan coral reef). Taman Nasional ini mempunyai SDA yang khas yaitu keindahan alam laut dengan ekosistem karang yang unik seperti terumbu karang, ikan hias dan ikan konsumsi, echinodermata, crustacea, molusca, penyu, tumbuhan laut dan darat, mangrove, padang lamun, dan lain-lain.
Berdasarkan kriteria kegiatan budidaya perikanan berupa kondisi fisik geofisik (keterlindungan, kedalaman perairan, dan substrat dasar laut), oceanografis (kecepatan arus), dan kualitas air (kecerahan dan salinitas), kapasitas Kepulauan Seribu untuk pengembangan budidaya perikanan laut seluas 904,17 ha, diantaranya 622,49 ha (66%) dalam kawasan TNKpS. Berdasarkan kriteria kepariwisataan berupa keindahan alam, keaslian panorama alam, keunikan ekosistem, tidak adanya gangguan alam yang berbahaya, dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, kapasitas Kepulauan Seribu untuk pengembangan pariwisata seluas 872,06 ha dengan kapasitas pengunjung 2.318 orang per hari, diantaranya 795,38 ha dan 1.699 Orang per hari (73%) adalah kapasitas dalam kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu.
Ekosistem terumbu karang di perairan Kepulauan Seribu pada umumnya berbentuk fringing reef (karang tepian) dengan kedalaman 1 - 20 meter. Bentukan terumbu karang seperti ini secara tidak langsung dapat mengurangi deburan ombak yang dapat mengikis bagian pantai pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang termasuk dalam kategori pulau-pulau sangat kecil. Jumlah jenis karang keras (hard coral) yang ditemukan di perairan TNKpS adalah sebanyak 62 marga dengan kelimpahan 46.015 individu/ha (pada tahun 2005) dan 61 marga dengan kelimpahan 35.878 individu/ha. Jenis-jenis karang keras yang dapat ditemukan seperti karang batu (massive coral) misalnya Montastrea dan Labophyllia, karang meja (table coral), karang kipas (Gorgonia), karang daun (leaf coral), karang jamur (mushroom coral), dan jenis karang lunak (soft coral) sebanyak 29 marga dengan kelimpahan 62.985 individu/ha. Beberapa tipe koloni karang yang ada antara lain Acropora tabulate, Acropora branching, Acropora digitate, Acropora submassive, branching, massive, encrusting, submassive, foliose dan soft coral. Beberapa jenis karang yang telah menjadi komoditi komersial antara lain Acropora sp., Porites sp., Favia sp., Gorgonian sp., dan Akar Bahar atau Black Coral (Antiphates sp.) yang merupakan salah satu jenis biota laut yang masih dalam Appendix 2 CITES. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi rata-rata tutupan karang di TNKpS mengalami peningkatan. Adapun perkembangan tutupan karang padatan pada tahun 2003 sampai dengan 2009, yaitu 33,00% (2003), 31,98% (2005), 33,44% (2007) dan 34,60% (2009). Kondisi tutupan karang di Zona Pemanfaatan Wisata adalah 30,67% (2003), 40,05% (2005), 31,50% (2007) dan 38,6% (2009). Adapun kondisi tutupan karang di Zona Permukiman adalah 40,63% (2003), 31,98% (2005), 33,44% (2007) dan 34,1% (2009).
Keanekaragaman dan kelimpahan organisme ikan karang di perairan kawasan TNKpS pada tahun 2007 di perairan Zona Inti sebesar 29.382 individu ikan/ha, perairan Zona Pemanfaatan Wisata sebesar 49.600 individu ikan/ha, dan perairan Zona Permukiman sebesar 32.280 individu ikan/ha. Jenis ikan hias yang hidup di kawasan TNKpS antara lain kepe-kepe (famili Chaetodontide), ikan serinding (famili Apogonidae), ikan betok (famili Pomacentride) dan ikan ekor merah (famili Caesiodidae). Sedangkan jenis ikan untuk konsumsi antara lain adalah baronang (Siganus sp.), tenggiri (Scomberomorus sp.), ekor kuning (Caesio spp.), kerapu (Famili Serranidae) dan tongkol (Eutynus sp.). Moluska (binatang lunak) yang dijumpai terdiri dari Gastropoda, Pelecypoda, termasuk jenis yang dilindungi diantaranya adalah kima raksasa (Tridacna gigas) dan kima sisik (Tridacna squamosa). Ada sekitar 295 jenis Gastropoda, 97 jenis Pelecypoda, 20 jenis Bivalvia seperti kima sisik (Tridacna squamosa), kima pasir (Hippopus hippopus) dan kima raksasa (T. gigas) serta beberapa jenis Chepalopoda seperti cumi-cumi (Loligo vulgaris), sotong (Sepia sp.) dan gurita (Octopus sp.). Jenis reptil antara lain adalah penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), ular sanca (Phyton sp.) dan biawak (Varanus sp.). Mamalia yang dijumpai adalah kucing hutan (Felis bengalis) dan lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus). Echinodermata yang banyak dijumpai diantaranya adalah bintang laut, lili laut, teripang dan bulu babi yang juga merupakan indikator kerusakan terumbu karang. Crustacea yang banyak dikonsumsi antara lain kepiting, rajungan (Portumus sp.) dan udang karang (Spiny lobster). Burung-burung air juga banyak ditemukan di Kepulauan Seribu, antara lain jenis camar (Sterna sp.) dan cikalang (Fregata spp.).
Kawasan TNKpS merupakan habitat bagi penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang dilindungi, dan keberadaannya cenderung semakin langka. Dalam upaya pelestarian satwa ini, selain dilakukan perlindungan terhadap tempat-tempat penelurannya seperti Pulau Peteloran Timur, Penjaliran Barat, Penjaliran Timur dan Pulau Belanda, telah dilakukan juga pengembangan pusat penetasan, pembesaran dan pelepasliaran penyu sisik di Pulau Pramuka dan Pulau Sepa. Kegiatan di Pulau Pramuka dan Pulau Sepa tersebut dilakukan dengan cara mengambil telur dari pulau-pulau tempat bertelur untuk ditetaskan secara semi alami. Anak penyu (tukik) hasil penetasan tersebut kemudian sebagian dilepaskan kembali ke alam, dan sisanya dipelihara untuk dilepaskan secara bertahap.
Sementara, jenis-jenis vegetasi yang dapat dijumpai di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu adalah pandan laut (Pandanus tectorius), butun (Barringtonia asiatica), cemara laut (Casuarina equisetifolia), mengkudu (Morinda citrifolia), sentigi (Pemphis acidula), ketapang (Terminalia Catappa) dan seruni (Wedelia biflora). Ekosistem mangrove asli dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu hanya terdapat di 11 pulau, yaitu Pulau Penjaliran Barat, Penjaliran Timur, Jagung, Sebaru Besar, Puteri Barat, Pemagaran, Melintang, Saktu, Harapan, Kelapa, Tongkeng. Terdapat 15 jenis mangrove sejati yaitu, Avicennia marina (Forssk.) Vierh, Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lam., Bruguiera cylindrica (L.) Blume, Ceriops tagal C.B. Rob, Rhizophora stylosa Griff., Rhizophora apiculata Blume., Sonneratia alba J. Sm., Sonneratia caseolaris (L.) Engl., Lumnitzera racemosa Willd., Xylocarpus granatum Koen., Xylocarpus molluccensis (Lam.) M. Roem., Xylocarpus rumphii (Kostel.) Mabb., Aegiceras corniculatum L. Blanco, Pemphis acidulata J. R. Forst. & G. Forst., Excoecaria agallocha L.. Jenis mangrove yang paling dominan dalam kawasan TNKpS adalah jenis Rhizophora stylosa Griff. Untuk jenis tumbuhan laut, kawasan TNKpS ditumbuhi 7 jenis lamun dan 18 jenis alga (rumput laut). Jenis lamun yang dapat teridentifikasi yaitu Thalassia hemprichii (Ehrenb.) Asch., Cymodocea rotundata Ehrenb. & Hempr. ex Asch., Cymodocea serrulata (R.Br.) Asch. & Magnus, Enhalus acoroides (L.F.) Royle, Halophila ovalis (R. Brown) J.D. Hooker, Syringodium isoetifolium (Ascherson) Dandy, Halodule uninervis (Forsk.) Asch. Sedangkan jenis alga (rumput laut) dapat dipisahkan ke dalam tiga kelompok, yaitu 9 jenis alga hijau (Chlorophyta), 3 jenis alga coklat (Phaeophyta) dan 6 jenis alga merah (Rhodophyta).

Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

TMII 300x225 Wisata Jakarta   Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Taman Mini Indonesia Indah atau yang biasa disingkat dengan TMII adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Jakarta Timur. Dibangun di atas tanah seluas 150 hektar, Taman Mini Indonesia Indah adalah salah satu taman rekreasi terbesar di Indonesia.


Taman Mini Indonesia Indah merupakan sebuah taman rekreasi yang berisi gambaran kebudayaan nusantara. Di sini, Anda bisa melihat sebuah danau dengan miniatur kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Tak hanya itu, masih ada banyak kebudayaan khas tiap provinsi di Indonesia yang dipamerkan di sini mulai dari tarian daerah, pakaian adat, rumah ibadah tiap agama resmi di Indonesia, berbagai museum dan lain-lain.

Rencana pembangunan diawali dari pertemuan di rumah Soeharto, mantan presiden Indonesia, di Jalan Cendana Nomor 8, Jakarta, pada tanggal 13 Maret 1970. Dalam pertemuan tersebut, Siti Hartinah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ibu Tien yang merupakan istri mantan Presiden Soeharto mengusulkan akan dibangun sebuah lokasi yang memuat wisata budaya untuk membangkitkan kebanggaan rakyat Indonesia terhadap budaya nusantara.
Kemudian dimulailah proyek miniatur Indonesia ‘Indonesia Indah’ di bawah Yayasan Harapan Indah. Pembangunan dimulai pada tahun 1972 dan pada tanggal 20 April 1975, TMII resmi dibuka. Pada tahun 1991, dibuat maskot untuk tempat wisata ini berupa tokoh wayang Hanoman yang diberi nama NITRA (Anjani Putra).

Apa saja yang ada di Taman Mini Indonesia Indah?

Di sini, Anda bisa memuaskan diri untuk melihat kebudayaan setiap provinsi di Indonesia dalam satu tempat. Berikut wahana-wahana menarik di Taman Mini Indonesia Indah:

Anjungan Daerah

Di Anjungan Daerah, Anda bisa melihat kebudayaan dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Setiap provinsi memiliki anjungan yang menampilkan bangunan atau rumah adat, pakaian tradisional, busana pernikahan, senjata khas sampai peralatan rumah tangga yang digunakan sehari-hari.
Taman Mini Indonesia Indah 300x225 Wisata Jakarta   Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Taman Mini Indonesia Indah
Di setiap anjungan terdapat panggung untuk menampilkan pertunjukan tarian tradisional, upacara adat dan juga pertunjukan musik khas daerah masing-masing. Pertunjukan budaya ini biasa dilakukan pada hari Minggu, saat jumlah pengunjung mengalami kenaikan dibanding hari-hari biasa.
Pada beberapa anjungan juga terdapat kafetaria yang menyajikan makanan khas masing-masing daerah. Ada pula toko suvenir yang menjual berbagai macam suvenir berupa kerajinan tangan tiap daerah, pakaian adat sampai aksesoris khas daerah.
Pada tahun 1975 – 2000, Anjungan Daerah berisi miniatur kebudayaan dari 27 Provinsi di Indonesia. Sampai pada tahun 2002, saat Timor Timur lepas dari Indonesia, anjungannya berubah nama menjadi Museum Timor Timur. Selain itu, seiring bertambahnya jumlah provinsi di Indonesia menjadi 34 provinsi, dibangun pula anjungan baru untuk Banten, Bangka Belitung, Papua Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo dan Kepulauan Riau. Meskipun anjungan-anjungan tersebut berukuran lebih kecil dibanding anjungan lain yang telah dibangun sebelumnya.

Bangunan Keagamaan

Terdapat bangunan rumah ibadah setiap agama resmi di Indonesia yang masih aktif digunakan di Taman Mini Indonesia Indah:
  • Masjid Pangeran Diponegoro
  • Gereja Katolik Santa Catharina
  • Gereja Protestan Haleluya
  • Pura Panataran Agung Kertabumi
  • Vihara Arya Dwipa Arama
  • Kuil Konghucu Kong Miao
  • Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa

Sarana Rekreasi

Istana Anak-anak Indonesia

Wahana ini merupakan wahana favorit anak-anak yang mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah. Di sini, anak-anak bisa menyimak dongeng-dongeng dunia dan cerita rakyat dari Indonesia.

Kereta gantung

Kereta gantung bisa digunakan sebagai transportasi di Taman Mini Indonesia Indah. Dengan menggunakan kereta gantung ini Anda juga bisa melihat kawasan Taman Mini Indonesia Indah dari atas dengan leluasa. Tarif yang dikenakan adalah 30.000 Rupiah per orang.

Perahu angsa

TMII 2 300x225 Wisata Jakarta   Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
TMII
Perahu angsa digunakan untuk menjelajahi miniatur pulau-pulau dan berkeliling danau. Tarif yang dikenakan adalah 7.500 Rupiah per orang.

Snow Bay

Snow Bay TMII 300x187 Wisata Jakarta   Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Snow Bay TMII
Snow Bay merupakan kolam renang dan wahana permainan air di Taman Mini Indonesia Indah.

Pusat Peragaan IPTEK

Di sini, Anda bisa melihat beragam karya IPTEK dan juga melakukan percobaan ringan. Harga tiket masuk adalah 17.000 Rupiah per orang.

Taman

Ada banyak taman di Taman Mini Indonesia Indah yang berisi koleksi flora dan fauna Indonesia yang beragam. Di antara taman-taman tersebut adalah:
  • Taman Anggrek
  • Taman Apotek Hidup
  • Taman Kaktus
  • Taman Melati
  • Taman bunga Keong Mas
  • Taman Bekisar
  • Taman Burung
  • Akuarium Ikan Air Tawar

Museum

Museum Indonesia

Bangunan museum ini berupa gedung tiga lantai dengan pahatan cerita Ramayana di dindingnya. Di museum ini, Anda bisa melihat beragam gambaran budaya Indonesia mulai dari transportasi tiap daerah dari masa ke masa dan adat istiadat daerah.

Museum Keprajuritan

Di museum ini, Anda bisa melihat bagaimana perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Bangunan museum dikelilingi oleh kolam yang menggambarkan pertahanan Indonesia dengan mengandalkan kekuatan di luasnya perairan negara.

Museum Perangko

Di sini, Anda bisa melihat perkembangan perangko di Indonesia dan juga alat cetaknya dari masa ke masa.

Museum Pusaka

Museum ini berisi koleksi pusaka atau senjata dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa melihat kegiatan perawatan pusaka.

Museum Transportasi

Ada beragam koleksi jenis transportasi di Indonesia dan dunia.

Museum Listrik dan Energi Baru

Di museum ini, Anda bisa melihat bagaimana pentingnya menghemat energi listrik dan menggunakannya hanya seperlunya saja untuk mencegah pemanasan global.

Museum Minyak dan Gas Bumi

Bangunan museum ini berbentuk anjungan leps pantai. Di sini, Anda bisa melihat video pengolahan minyak dan gas bumi serta koleksi peralatan pertambangan.

Museum Telekomunikasi

Ciri khas bangunan museum ini adalah kubah berwarna biru dan adanya patung Gajah Mada saat sedang mengucapkan Sumpah Palapa. Patung Gajah Mada digunakan karena nama satelit telekomunikasi yang dimiliki Indonesia adalah Palapa, sama dengan sumpah yang pernah diucapkan Gajah Mada.

Museum Olahraga

Museum ini memiliki bangunan unik berbentuk bola. Di dalamnya, Anda bisa mendapat banyak informasi mengeni pentingnya olahraga bagi kesehatan jasmani dan rohani setiap orang.

Museum Asmat

Seperti namanya, museum ini memamerkan koleksi hasil kerajinan dan karya seni dari suku yang menghuni Papua ini.

Museum Komodo

Bangunan museum ini menyerupai binatang komodo. Di dalamnya, Anda bisa melihat banyak peragaan fauna di Indonesia dan berbagai informasi tentangnya.

Museum Serangga

Anda bisa melihat sekitar 250.000 jenis serangga. Yang menarik adalah koleksi kupu-kupunya yang berwarna-warni.

Teater

Teater IMAX Keong Mas

Teater IMAX Keong Mas 300x200 Wisata Jakarta   Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Teater IMAX Keong Mas
Teater ini memiliki layar dengan ukuran lebih besar dari layar-layar di banyak teater pada umumnya. Di sini, diputar film-film mengenai lingkungan dan kebudayaan Indonesia, selain itu ada pula pemutaran film-film box office.

Teater Tanah Airku

Teater Tanah Airku adalah teater pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan panggung untuk menggelar pertunjukan seni. Teater ini didukung pula dengan teknologi modern pada pencahayaan, pengeras suara dan peralatan panggung lainnya.

Teater 4D

Teater 4D atau 4 dimensi akan membuat pengalaman menonton menjadi tak terlupakan karena efek 4 dimensi yang ditimbulkannya selama film diputar.

Apa hal menarik lainnya di Taman Mini Indonesia Indah?

Masih ingin mencari hal yang menarik di Taman Mini Indonesia Indah? Berikut beberapa hal menarik lainnya:

Pusat Informasi Budaya dan Wisata

Pusat Informasi Budaya dan Wisata atau bisa disingkat menjadi PIBW ini merupakan sebuah tempat terpadu untuk mendapatkan informasi mengenai budaya dan wisata Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah. Di dalamnya terdapat teater mini, perpustakaan dan ruang baca yang memiliki lebih dari 40.000 koleksi buku dan 7.000 judul buku audio visual.
Di sini juga tersedia paket wisata keliling Taman Mini Indonesia Indah. Hal ini tentunya bisa menghemat waktu dan uang Anda. Ada beberapa pilihan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Selain itu, terdapat diskon untuk peserta yang daftar secara rombongan.

Wisata kuliner

Setelah berkeliling, tentunya Anda perlu beristirahat dan mengisi perut. Di Taman Mini Indonesia Indah, ada beberapa tempat yang bisa Anda pilih:

Kafetaria di Anjungan Daerah

Beberapa Anjungan Daerah menyediakan kafetaria yang menyajikan kuliner khas daerah masing-masing. Anda bisa memanfaatkannya untuk beristirahat sekaligus mengenal keragaman kuliner nusantara.

Puri Caping Gunung Rest and Convention

Dari kejauhan, tempat makan ini mudah dikenali karena bentuknya yang menyerupai caping atau topi petani. Puri Caping berada di depan Anjungan Nusa Tenggara. Restoran ini menyajikan beragam menu mulai dari kuliner khas Indonesia sampai menu internasional.

Pasar Tiban

Pasar Tiban berarti pasar murah. Di pasar ini terdapat banyak kios penjual makanan dengan harga terjangkau. Ada beragam kuliner khas nusantara yang ditawarkan seperti gudeg, pecel lele, tahu campur, bajigur, siomay dan lain-lain.

Akomodasi

Jika ingin bermalam, ada beberapa penginapan yang bisa Anda pilih:

Desa Wisata

Desa Wisata merupakan penginapan yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Penginapan ini menawarkan suasana khas pedesaan yang asri dan sejuk. Selain kamar, tersedia pulau beragam fasilitas pendukung seperti jogging track, panggung terbuka, restoran dan juga lapangan bola voli.

Graha Wisata Remaja

Graha Wisata Remaja juga berada di kawasan Taman Mini indonesia Indah. Penginapan ini terdiri dari tiga lantai dengan 44 kamar tersedia. Harga yang ditawarkan relatif lebih terjangkau dengan fasilitas pendukung seperti ruang olahraga tenis meja. Lokasinya strategis karena berada tak jauh dari stasiun kereta gantung, water park dan beberapa museum di Taman Mini indonesia Indah.

Tiket masuk dan jam buka

Harga tiket masuk dan parkir Taman Mini Indonesia Indah

  • Pengunjung: 10.000 Rupiah per orang
  • Sepeda: 1.000 Rupiah
  • Sepeda motor: 6.000 Rupiah
  • Mobil: 10.000 Rupiah
  • Bus / Truk: 30.000 Rupiah
Anda diharuskan membayar lagi untuk memasuki setiap wahana yang ada du dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah.

Jam buka Taman Mini Indonesia Indah

Setiap hari: 07:00 – 21:00

 
Copyright © 2014 Travelinews